
Maaf, halaman ini sedang dalam pembuatan.
Silahkan kembali lagi, Terima kasih.

Gambar 1 : Formasi Identifikasi Persediaan.

Gambar 2 : Formasi Identifikasi Persediaan Minimum = 0.

Gambar 3: Formasi Identifikasi Barang Cacat, (bermasalah).
Didedikasikan untuk industri negri ini supaya menjadi lebih bermutu, lebih produktif & mampu bersaing di pasar global.


KAIZEN 5S merupakan pondasi bagi industri manufaktur dalam memenangkan persaingan di era globalisasi yang serba cepat dalam perubahan kebijakan, teknologi, dan cara kerja. KAIZEN 5S berasal dari Jepang, bukan merupakan program bersih-bersih. KAIZEN 5S adalah disiplin diri di setiap individu di dalam organisasinya dalam mengelola tempat kerjanya masing-masing guna meningkatkan pelayanan kepada Pelanggannya.
Banyak perusahaan yang merasa sudah menerapkan KAIZEN 5S dengan membuat tempat kerjanya menjadi lebih indah dipandang, melakukan pengecatan, membuat garis, rambu-rambu tetapi pada kenyataannya tidak terjadi peningkatan produktivitas bahkan justru sebaliknya. Pada awalnya nampak menjadi lebih bersih, tetapi di kemudian hari justru sebaliknya menjadi kelihatan lebih kotor, disertai biaya yang tinggi akibat dari upaya menjaga kebersihan dan keteraturan di tempat kerjanya. [...]
5S adalah disiplin pengelolaan tempat kerja, penerapannya tidak hanya untuk di industri manufaktur. Bagaimana penerapannya di perusahaan jasa atau di kantor? Apakah Anda pernah mencari dokumen sampai berjam-jam? Mencari barang tidak ketemu, kemudian membeli lagi? Merasa tidak mempunyai cukup tempat untuk menyimpan dokumen atau barang? Waktu dihabiskan untuk mondar-mandir? Tidak tahu siapa yang sedang meminjam suatu dokumen? Dokumen penting tercampur dengan dokumen lainnya. Sering terjadi kesalahan pada pekerjaan administrasi. Proses birokrasi yang panjang, lama dan tidak efisien. Proses transfer informasi yang tidak efektif.
Ada delapan jenis pemborosan yang terjadi di kantor yang akan diungkapkan dan dituntaskan melalui penerapan ‘Organizing 5S in the Office’. 5S adalah huruf awal dari lima kata Jepang: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Kelima kata tersebut merupakan lima tahapan menuju perbaikan efisiensi, moral, dan lingkungan kerja secara total, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja. [...]
Apakah perusahaan Anda yang bergerak di bidang industri manufaktur atau industri jasa pada saat ini sedang menerapkan 5S atau baru saja memulai penerapan 5S? Bagaimanakah mutu penerapannya? Apakah penerapan 5S di perusahaan Anda tumbuh dan berkembang sejalan dengan tuntutan Manajemen? Atau sebaliknya? Menjadi “pelangi” (“pelan-pelan menghilang”), istilah sering kali ini terucap apabila penerapannya berjalan di tempat, tersendat-sendat, berhenti di dalam perjalanannya kemudian mengalami kemunduran.
Suatu cara untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas penerapan 5S yang menjadi budaya kerja perusahaan adalah dengan cara mengevaluasi tingkat pencapaian 5S di tempat kerja. [...]


Gambar 1 : Formasi Identifikasi Persediaan.

Gambar 2 : Formasi Identifikasi Persediaan Minimum = 0.

Gambar 3: Formasi Identifikasi Barang Cacat, (bermasalah).
| Reaksi: |